Jakarta , Poskota Nasional
Karoseri Piala Mas terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu pelaku industri karoseri nasional yang berkembang melalui inovasi produk dan regenerasi perusahaan lintas generasi. Saat ini perusahaan telah memasuki generasi kedua kepemimpinan dan tengah menyiapkan generasi ketiga untuk melanjutkan pengembangan bisnis di masa depan.
Direktur Karoseri Piala Mas, Indra Sujoko, mengatakan bahwa perusahaan saat ini mampu memproduksi sekitar 60 unit kendaraan setiap bulan dengan berbagai segmen kendaraan, mulai dari minibus, microbus, medium bus hingga big bus.
” Produksi kami cukup beragam, mulai dari kendaraan roda empat, minibus, microbus, medium bus hingga big bus. Semua kami kerjakan sesuai kebutuhan pasar,” ujar Indra.
Di tengah tantangan industri akibat kenaikan harga bahan baku dan fluktuasi nilai tukar dolar, Karoseri Piala Mas tetap berkomitmen menjaga kualitas produk.
Sejumlah material seperti cat, thinner, lem, hingga dempul masih bergantung pada bahan impor sehingga ikut terdampak kenaikan harga global.
Meski demikian, perusahaan terus mendorong penggunaan komponen lokal.
Saat ini tingkat komponen dalam negeri (TKDN) Karoseri Piala Mas telah mencapai sekitar 47 persen dan ditargetkan terus meningkat.
” Kami ingin TKDN bisa terus bertambah agar kontribusi terhadap industri nasional semakin besar,” katanya.
Selain menghadapi tantangan bahan baku, pasar bus pariwisata juga mengalami perubahan akibat regulasi pembatasan study tour pelajar.
Kondisi tersebut membuat perusahaan harus mencari berbagai terobosan baru agar tetap mampu bertahan dan berkembang.
Sebagai langkah inovasi, Karoseri Piala Mas memperkenalkan lini produk bus terbaru dengan nama “Rexus”.
Dalam pameran otomotif tahun ini, perusahaan membawa beberapa model unggulan seperti Rexus S7 dan seri lainnya yang dirancang untuk memperkuat identitas produk sekaligus menjawab kebutuhan pasar transportasi modern.
Menurut Indra, keikutsertaan dalam pameran menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk lebih dikenal masyarakat luas.
Selama ini Karoseri Piala Mas lebih fokus pada produksi dan belum aktif mengikuti pameran otomotif berskala besar.
“Tujuan kami ikut pameran tentu supaya Piala Mas semakin dikenal masyarakat dan bisa mendapatkan lebih banyak order,” ujarnya.
Dari sisi harga, bodi bus produksi Karoseri Piala Mas dipasarkan mulai kisaran Rp600 juta untuk unit standar karoseri.
Sementara unit dengan fasilitas tambahan seperti toilet dan perlengkapan premium lainnya dapat mencapai kisaran Rp800 juta.
Tak hanya fokus di pasar domestik, Karoseri Piala Mas juga mulai menjajaki peluang ekspor.
Sebelumnya perusahaan telah mengirim sekitar lima unit kendaraan ke Timor Leste dan berharap peluang ekspor dapat terus berkembang di masa mendatang.
Dengan pengalaman lintas generasi, peningkatan TKDN, serta inovasi produk melalui seri Rexus, Karoseri Piala Mas optimistis dapat terus tumbuh dan menjadi bagian penting dalam perkembangan industri transportasi dan karoseri nasional.
