Jakarta, Poskota Nasional

Program Kajian Pengembangan Perkotaan (KPP) Sekolah Pascasarjana Universitas Indonesia terus memperkuat perannya dalam melahirkan kebijakan perkotaan yang adaptif, berkelanjutan, dan berbasis kajian ilmiah multidisiplin.
Melalui pendekatan akademik yang mengintegrasikan aspek lingkungan, transportasi, tata ruang, hingga perilaku masyarakat, KPP UI diharapkan menjadi rujukan utama dalam pembangunan kota masa kini dan masa depan.
Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Drs. Supriatna dalam rangkaian acara Dies Natalis ke-25 UI yang berlangsung di Hall A3 JIExpo, bekerja sama dengan ICEE.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Dr. Husnul Fitri selaku Ketua Kajian Pengembangan Perkotaan UI.
Dalam paparannya,
Prof. Supriatna menegaskan bahwa persoalan perkotaan saat ini tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan teknis semata, melainkan membutuhkan kajian mendalam berbasis kebijakan, perilaku masyarakat, serta keberlanjutan lingkungan.
“Semua harus dikaji secara komprehensif, mulai dari kemacetan, transportasi, keteraturan tata kota, hingga persoalan pencemaran lingkungan akibat penggunaan energi fosil. Kota masa depan harus dipikirkan dari sekarang dengan pendekatan ilmiah dan kebijakan yang tepat,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai persoalan seperti konektivitas transportasi, penggunaan energi ramah lingkungan, serta pengendalian pencemaran udara menjadi fokus penting dalam kajian pengembangan perkotaan saat ini.
Salah satu contoh yang menjadi perhatian adalah pembangunan Giant Sea Wall yang dinilai harus dikaji secara mendalam karena berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat luas dan keberlanjutan kawasan pesisir.
“Kebijakan perkotaan tidak bisa diterapkan begitu saja.
Harus melalui kajian, evaluasi, dan tahapan perencanaan yang matang, baik jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa mahasiswa Program KPP UI sebagian besar berasal dari kalangan birokrat dan aparatur pemerintah daerah, termasuk dari Pemda DKI Jakarta, Bogor, hingga Depok. Para mahasiswa tersebut mempelajari teori perkotaan sekaligus menerapkannya secara langsung dalam kebijakan dan praktik pemerintahan di daerah masing-masing.
Selain itu, evaluasi terhadap Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) juga menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran.
Para mahasiswa diajak memahami bagaimana sebuah kebijakan tata ruang harus terus dievaluasi secara berkala agar tetap relevan dengan perkembangan kota dan kebutuhan masyarakat.
Melalui pendekatan multidisiplin dan interdisiplin, KPP UI berkomitmen mencetak sumber daya manusia yang mampu menghadirkan solusi konkret terhadap berbagai tantangan urbanisasi, perubahan iklim, dan pembangunan perkotaan berkelanjutan di Indonesia.
Tentang Kajian Pengembangan Perkotaan UI
Program Kajian Pengembangan Perkotaan Sekolah Pascasarjana UI merupakan program akademik yang berfokus pada pengembangan ilmu, kebijakan, dan perencanaan perkotaan secara multidisiplin.
Program ini melibatkan akademisi, birokrat, dan praktisi untuk menghasilkan solusi pembangunan kota yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan masyarakat.
