ICE BSD , Poskota Nasional


Kebangkitan industri arsitektur dan material bangunan mulai terlihat sepanjang tahun 2022, ditandai dengan meningkatnya jumlah peserta dan antusiasme dalam berbagai pameran, termasuk ajang ARCH:ID yang digelar di ICE BSD.
Timothy Santoso, Marketing Manager Indovickers, menyampaikan bahwa tahun ini menunjukkan tren positif dibanding periode sebelumnya.
” Jumlah peserta pameran meningkat, begitu juga dengan minat pengunjung. Ini menjadi sinyal bahwa industri mulai kembali ke kondisi yang lebih normal,” ujarnya.
Menurut Timothy, pasar ekspor masih didominasi oleh Jepang sebagai salah satu tujuan utama.
Namun di tengah fluktuasi nilai tukar dolar dan tekanan ekonomi global, pelaku industri tetap berupaya menjaga stabilitas bisnis, terutama dalam penentuan harga dan pasokan material.
Indovickers sendiri menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan penggunaan bahan lokal.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong tingkat komponen dalam negeri (TKDN) minimal 40 persen dalam industri konstruksi.
” Kami berusaha memenuhi standar tersebut dan bahkan melampauinya dalam beberapa lini produk,” tambahnya.
Meski demikian, tantangan tetap ada, terutama dari sisi ekonomi global yang berdampak pada daya beli dan biaya produksi.
Namun, sektor ini dinilai masih memiliki potensi besar karena keterkaitannya dengan berbagai industri lain, termasuk desain interior, furnitur, hingga sektor properti secara keseluruhan.
Di sisi pasar, segmen menengah ke atas masih menjadi kontributor utama, dengan kisaran harga produk seperti meja kerja dan furnitur kantor yang berada di angka Rp1,8 juta hingga Rp2 juta.
Hal ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap produk berkualitas tetap stabil meskipun kondisi ekonomi sedang berfluktuasi.
Timothy juga berharap pameran seperti Arch:ID dapat menjadi wadah edukasi dan inspirasi, khususnya bagi pelaku industri baru dan masyarakat luas.
” Harapannya, semakin banyak pihak yang memahami potensi industri arsitektur Indonesia, sehingga bisa berkembang bersama dan saling mendukung,” katanya.
Dengan berbagai tantangan dan peluang yang ada, industri arsitektur dan material bangunan di Indonesia diyakini akan terus tumbuh dan menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan nasional.
