Jakarta, Poskota Nasional

Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menegaskan komitmennya dalam mengawal supremasi hukum, memperkuat supremasi sipil, serta mendorong peningkatan kualitas pendidikan nasional dalam momentum puncak Dies Natalis ke-72 yang digelar di Gedung Bhineka Tunggal Ika, BPOM, Jakarta Pusat, Minggu (19/4).
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komita Advokat Nasional Indonesia Pablo Putra Benua, menyampaikan bahwa usia ke-72 menjadi titik refleksi sekaligus momentum kebangkitan moral bangsa.
Ia menekankan pentingnya peran GMNI sebagai “guardian of moral value” atau pengawal nilai-nilai moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sebagai bentuk komitmen nyata, GMNI membuka akses seluas-luasnya bagi kader untuk mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) serta Ujian Profesi Advokat secara gratis. Program ini diharapkan mampu mencetak kader-kader yang unggul dan berintegritas di bidang hukum.
“Ini bukan sekadar agenda administratif atau organisasi, tetapi bagian dari upaya melahirkan pemikiran-pemikiran besar yang berkontribusi bagi bangsa, khususnya dalam bidang hukum,” ujar Pablo.
Lebih lanjut, GMNI menegaskan pentingnya penguatan supremasi sipil di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks, termasuk isu penguasaan sumber daya alam, pasar, serta perkembangan teknologi yang berdampak pada kondisi domestik.
GMNI juga mendorong pemerintah untuk tetap terbuka terhadap kritik demi menjaga stabilitas nasional.
Organisasi ini menyatakan kesiapan untuk mendukung sekaligus mengoreksi kebijakan pemerintah secara konstruktif.
Selain itu, GMNI menyoroti pentingnya komitmen politik dalam sektor pendidikan.
Mereka berharap pemerintah dapat merealisasikan amanat alokasi 20 persen anggaran untuk pendidikan secara nyata dan berkelanjutan.
” Pendidikan harus menjadi prioritas utama. Implementasi anggaran 20 persen untuk pendidikan harus benar-benar diwujudkan demi masa depan bangsa,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP GMNI, Sujahri S, menegaskan bahwa GMNI terbuka untuk bersinergi dengan berbagai pihak yang sejalan dengan ajaran Soekarno.
“Kita berkawan dengan siapa pun yang menjalankan ajaran Bung Karno. Tidak ada perbedaan yang mendasar selain komitmen terhadap perjuangan tersebut,” ujarnya.
Momentum Dies Natalis ke-72 ini diharapkan menjadi titik balik bagi GMNI untuk semakin solid, fokus, dan berkontribusi aktif dalam memperkuat demokrasi, supremasi hukum, serta pembangunan nasional.
