Jakarta, Poskota Nasional
Musyawarah Nasional (MUNAS) I DENJALU (Detasemen Jaga Ulama) resmi digelar di Formula Tower pada Minggu, 24 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi serta meneguhkan komitmen DENJALU sebagai garda pengawal marwah ulama dan umat dengan semangat persaudaraan, kebersamaan, dan sinergi kebangsaan.
Dalam sidang formatur yang berlangsung penuh khidmat dan musyawarah, telah ditetapkan jajaran kepemimpinan nasional DENJALU periode pertama.
Berdasarkan hasil keputusan tim formatur, terpilih sebagai Panglima DENJALU yaitu Ust. Muhammad Nico. Dalam penyampaiannya, beliau menyatakan kesiapannya menerima amanah besar tersebut dengan penuh tanggung jawab.
” Insyaallah saya menerima mandat ini. Amanah ini sangat berat dan tidak mungkin dijalankan sendiri. Harus dengan kebersamaan, persaudaraan, serta saling bersinergi untuk melengkapi setiap kekurangan,” ujar Ust. Muhammad Nico.
Sementara itu, posisi Sekretaris Jenderal dipercayakan kepada Ust. Ega Sarkis, S.Sos, sosok yang dikenal luas dalam dunia aktivisme dan pergerakan Islam. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat roda organisasi dan konsolidasi nasional DENJALU.
Adapun posisi Wakil Panglima diamanahkan kepada Ust. Ali Al-Bantani, tokoh dan pendekar Banten yang dikenal luas sebagai pribadi yang bersahaja, tegas, dan disegani di kalangan masyarakat.
Tidak kalah penting, jabatan Komandan DENJALU untuk menjaga marwah ulama dipercayakan kepada Abah Gacon (TB. Nukri Hidayat), pendiri sekaligus Ketua Umum Peguron Pencak Silat dan Seni Debus Pendekar Macan Kulon, Banten. Sosok beliau dikenal sebagai tokoh adat dan jawara Banten yang aktif melestarikan budaya tradisional serta menjaga kehormatan tanah kelahirannya.
Dalam arahannya,
Ketua Umum PB FORMULA, Drs. Dedi Hermanto, menegaskan bahwa DENJALU harus hadir sebagai organisasi yang humanis, santun, dan menjadi mitra strategis bagi negara.
” DENJALU sebagai badan otonom PB FORMULA harus menghindari sifat arogan, merasa hebat, dan ingin ditakuti.
Justru DENJALU harus menjadi mitra TNI dan Polri dalam mengayomi umat Islam dengan sikap lemah lembut, disegani, tegas, dan berwibawa,” tegasnya.
MUNAS I DENJALU ini menjadi tonggak awal perjalanan organisasi dalam membangun kekuatan umat yang berorientasi pada persatuan, pengabdian sosial, serta menjaga kehormatan ulama dan nilai-nilai kebangsaan.
Dengan semangat kebersamaan dan persaudaraan,
DENJALU diharapkan mampu menjadi wadah perjuangan yang menghadirkan keteduhan, ketegasan, serta kebermanfaatan bagi masyarakat luas.


