Jakarta ,Poskota Nasional
Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk atau SPINDO menegaskan komitmennya dalam memperkuat industri baja nasional melalui peningkatan kualitas produk, pengembangan pasar ekspor, serta dukungan terhadap program peningkatan penggunaan produk dalam negeri.
Direktur SPINDO, Hardiman, menyampaikan bahwa saat ini perusahaan masih memiliki kapasitas produksi yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan pasar nasional maupun internasional.
Tingkat utilisasi produksi SPINDO saat ini masih berada di kisaran 50 persen sehingga peluang peningkatan penjualan masih sangat terbuka.
Hardiman , mengatakan SPINDO merupakan salah satu produsen pipa baja seamless dan welded terbesar di Indonesia dengan jaringan pabrik yang tersebar di tujuh lokasi strategis.
Hardiman , Pusat operasional perusahaan berada di Surabaya, dengan fasilitas produksi lainnya berada di Karawang dan beberapa kota industri lainnya di Indonesia.
Produk SPINDO telah digunakan untuk berbagai sektor strategis nasional, mulai dari konstruksi gedung, pelabuhan, dermaga, jembatan, proyek kelistrikan PLN, otomotif, hingga kebutuhan struktur industri berat.
Selain melayani pasar domestik, SPINDO juga aktif melakukan ekspor ke sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat.
Hardiman , mengatakan ” Kami terus mendorong penguatan pasar lokal sekaligus memperluas pasar ekspor. Produk dalam negeri sebenarnya sudah mampu bersaing dari sisi kualitas maupun kapasitas produksi,” ujar Hardiman.
Menurut Hardiman , mengatakan keberlangsungan industri baja nasional memerlukan dukungan kebijakan pemerintah agar pasar domestik tetap sehat dan kompetitif.
SPINDO berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap perlindungan industri dalam negeri di tengah kondisi kelebihan kapasitas produksi nasional.
” Kami berharap investasi baru di sektor yang sudah mengalami overcapacity dapat dipertimbangkan secara matang. Industri dalam negeri saat ini masih memiliki kemampuan besar untuk memenuhi kebutuhan pasar nasional,” tambahnya.
SPINDO juga terus meningkatkan kandungan lokal dalam proses produksinya.
Saat ini tingkat komponen dalam negeri (TKDN) perusahaan telah mencapai sekitar 60 persen dan akan terus ditingkatkan seiring pengembangan rantai pasok bahan baku domestik.
Melalui partisipasi dalam berbagai pameran industri dan forum bisnis, SPINDO optimistis dapat memperluas jaringan pasar serta meningkatkan utilisasi kapasitas produksi perusahaan dalam beberapa tahun ke depan.
Dengan pengalaman panjang dan dukungan teknologi produksi modern, SPINDO optimistis industri pipa baja nasional tetap memiliki daya saing tinggi di pasar global sekaligus menjadi tulang punggung pembangunan infrastruktur Indonesia, tambah Hardiman direktur Spindo kepada Poskota Nasional
