Bogor, Poskota Nasional
Proyek perumahan Pesona Kahuripan 12 kembali menunjukkan performa luar biasa dengan mencatat penjualan hingga 1.000 unit rumah dalam satu hari.
Capaian ini menjadi bukti nyata tingginya minat masyarakat terhadap hunian subsidi yang berkualitas, terjangkau, dan memiliki fasilitas lengkap.
Dalam rangkaian acara hari ini, terdapat tiga agenda utama, yakni launching Pesona Kahuripan 12, akad kredit massal bagi sekitar 400 debitur, serta kegiatan survei serentak terhadap 1.000 konsumen yang melakukan booking unit dalam satu hari.
Sementara itu, agenda launching program “Genteng” yang semula direncanakan hari ini harus ditunda hingga pekan depan, menunggu kehadiran Menteri Perumahan yang berhalangan hadir.
Perwakilan pengembang menyampaikan bahwa kawasan Pesona Kahuripan 12 memiliki total sekitar 1.500 unit rumah, dengan target penjualan 1.000 unit dalam satu hari. Berdasarkan data reservasi, jumlah konsumen yang hadir bahkan telah melampaui angka tersebut.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Dari total 1.500 unit, ditargetkan 1.000 unit terjual hari ini. Ditambah dengan sekitar 400 konsumen existing yang telah lebih dahulu melakukan akad, ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang luar biasa,” ujarnya.
Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi pengembangan yang mengedepankan kepercayaan konsumen. Pesona Kahuripan menerapkan konsep pembangunan yang berbeda, yaitu membangun infrastruktur terlebih dahulu sebelum unit rumah.
“Konsumen pada dasarnya menginginkan dua hal: harga terjangkau dan kualitas yang baik. Untuk harga, sudah difasilitasi melalui program rumah subsidi. Sementara kualitas kami hadirkan melalui lokasi strategis, infrastruktur yang dibangun lebih dahulu, serta fasilitas yang lengkap,” jelasnya.
Fasilitas yang disediakan meliputi taman bermain, sarana olahraga, tempat ibadah, serta lingkungan yang tertata dengan baik.
Hal ini memberikan kenyamanan lebih bagi penghuni, tidak sekadar memiliki rumah, tetapi juga kualitas hidup yang lebih baik.
Selain itu, proyek ini juga menawarkan keunggulan lokasi yang relatif dekat dengan pusat kota, yang menjadi nilai tambah signifikan bagi perumahan subsidi.
Ke depan, pengembang optimistis terhadap prospek sektor perumahan, terutama dengan adanya program pemerintah seperti target pembangunan 3 juta rumah dan kuota pembiayaan perumahan subsidi tahun 2026 yang mencapai 350.000 unitnya
“Penjualan 1.000 unit dalam sehari ini menjadi bukti bahwa demand masyarakat masih sangat tinggi. Harapannya, seluruh kuota yang tersedia dapat terserap maksimal,” tambahnya.
Pengembang juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas serta memperluas pengembangan proyek ke depan, dengan tujuan menjadi pengembang nasional yang mampu menciptakan lapangan kerja secara masif dan berkontribusi bagi perekonomian.
