Jakarta, Poskota Nasional
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jakarta Raya menggelar Simposium Nasional dan Orasi Kebangsaan dalam rangka memperingati 99 Tahun Partai Nasional Indonesia (PNI).
Mengusung tema “Refleksi Historis dan Meneguhkan Marhaenisme untuk Kedaulatan Rakyat”, kegiatan ini berlangsung di Kantor DPP GMNI, Jalan Raya Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (25/7).
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi atas perjalanan sejarah bangsa sekaligus forum strategis untuk merumuskan gagasan kebangsaan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, khususnya menyongsong arah pembangunan Jakarta dalam lima tahun mendatang.
Acara dihadiri oleh Ketua Umum DPP Persatuan Alumni GMNI, Prof. Arief Hidayat, S.H., M.H., bersama sejumlah akademisi dan tokoh nasional sebagai narasumber, yaitu Prof. Asvi Warman Adam Ahli Sejarah dari BRIN , Prof. Dr. Drs. Ganjar Razini, dari Universitas Nasional , hadir Dwi Rio Sambodo, S.E., M.M ,anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta dari PDIP , Dr. Ade Reza, serta Dr. Wahyuni Refi.
Dalam diskusi yang berlangsung dinamis, para pembicara menyoroti pentingnya kepemimpinan Jakarta yang mampu menjawab persoalan-persoalan mendasar masyarakat.
Berbagai isu strategis mengemuka, mulai dari kemacetan, penataan kawasan perkotaan, penguatan transportasi terintegrasi di kawasan aglomerasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), hingga pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Selain itu, para narasumber menekankan bahwa transformasi Jakarta pasca tidak lagi menjadi ibu kota negara harus tetap berlandaskan nilai-nilai kebangsaan dan semangat Marhaenisme.
Jakarta diharapkan mampu berkembang sebagai kota global yang tetap berpihak kepada rakyat, mengedepankan keadilan sosial, memperkuat ekonomi kerakyatan, serta menjaga keberlanjutan lingkungan.
Ketua Umum DPP PA GMNI, Prof. Arief Hidayat, menegaskan bahwa nilai-nilai Marhaenisme tetap relevan sebagai pijakan dalam menjawab tantangan bangsa di era modern.
Menurutnya, pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari keberhasilannya menghadirkan keadilan sosial, kedaulatan rakyat, dan pemerataan kesejahteraan.
Simposium Nasional ini diharapkan menghasilkan berbagai rekomendasi strategis yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
Peringatan 99 Tahun PNI juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan, nasionalisme, serta menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan Bung Karno sebagai inspirasi dalam membangun Indonesia yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
