Majelis Hakim Memutus Perkara No 322 Seadil-adilnya

Jakarta Poskota-Nasional.Com

Majelis Hakim Perkara Perdata No. 322/Pdt.G/2020/PN.Jkt.Utr pada Pengadilan Negeri Jakarta Utara telah memutuskan perkara dengan seadil-adilnya kepada PT. SAI selaku perusahaan yang bergerak dibidang sewa menyewa kapal keruk ternama di Jakarta.
Menurut Kuasa Hukum PT. SAI yaitu Femmy Syahbannah SH, saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, mengatakan kami mengucapkan puji syukur atasan putusan Majelis Hakim Perkara Perdata No. 322/Pdt.G/2020/PN.Jkt.Utr sudah tepat dalam memberikan putusan yang seadil-adilanya. Menurut hemat kami bahwa Pengugat yaitu PT. BMBB tidak tepat melayangkan gugatan kepada kliennya yaitu PT. SAI ke Pengadilan Negeri, karena pada dasarnya klien kami tidak melakukan perbuatan melawan hukum kepada PT. BMBB, justru pihak Penggugat lah yang telah merugikan klien kami, selain itu dalam Perjanjian pada Pasal 13 Ayat (2) antara Penggugat dan Tergugat terdapat klasul yang menyatakan apabila dikemudian hari terjadi perselisihan para pihak sepakat untuk menyelesaikannya ke Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI), maka dengan adanya celah hukum ini kami sebagai tim kuasa hukum Tergugat langsung mengajukan Eksepsi Kompetensi Absolut berdasarkan Pasal 11 ayat (1) dan (2) UU No. 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase, Pandangan Mahkamah Agung RI, dan beberapa Yurisprudensi, yang menerangkan bahwa Pengadilan Negeri tidak berwenang memeriksa, mengadili dan memutus perkara yang terdapat klasul Arbitrase.

 

 

 

Lebih Lanjut menurut dari Tim Kuasa Hukum Tergugat yaitu Aristo Y Seda SH, dan Femmy Syahbannah SH dari Kantor Konsultan Hukum & Investasi (“SH&R”), telah mengajukan permohonan kepada Majelis Hakim Yang Mulia yang memeriksa dan mengadili perkara ini agar berkenan menjatuhkan putusan yang amarnya sebagai berikut:
Dalam Eksepsi “Pertama, Menerima dan mengabulkan Eksepsi Tergugat untuk seluruhnya; Yang Kedua, Menyatakan bahwa Pengadilan Negeri Jakarta Utara tidak berwenang mengadili perkara A quo; Yang ketiga, Menyatakan gugatan penggugat tidak memenuhi syarat formil dan ditolak untuk seluruhnya atau setidak-tidaknya diyantakan gugatan penggugat tidak dapat diterima (Niet Ontvakelijke Verklaard), apabila Yang Mulia Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara berpendapat lain, mohon diberikan yang seadil-adilnya (Ex a quo et bono). Demikian kata Aristo Seda SH dan Femmy Syahbannah SH.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *