JPU Menghadirkan Dua Saksi Jaka Dari fiskal Kemenkeu, Reska Staf Ahli API Sidang Ke 11 Kasus 27 Kontainer

Jakarta, Poskota-Nasional.Com.      kembali menggelar sidang lanjutan ke-11 kasus Tindak Pidana Kepabeanan masuknya 27 (dua puluh tujuh) kontainer yang berisikan bahan pakaian impor dari luar negeri yakni sidang ke 11 menghadirkan ,Dua Saksi pertama saksi bernama Jaka dari pejabat dari fiskal kementrian keuangan dan saksi kedua bernama Rekma saksi ahli dari API asosiasi pertekstilan Indonesia dari terkait menjadi saksi dalam persidangan ke 11 ini masalah import tekstil , mendengar kesaksiannya. Keterangannya sangat diperlukan terkait kebijakan pajak fiskal import tekstil , bagaimana aturan nya dan kebijakannya dari kementrian Keuangan PN Tipikor dari ruang sidang Soebekti ,8/2/2021

Pada persidangan kali ini,Jaksa Penuntut Umum ( JPU) dihadirkan sebanyak Dua saksi ahli. Menurut Kuasa Hukum Dr Dony Mertin ,SH,MH , mengatakan menerangka angka nya belum valid kenapa? Dapat data y dari jaksa penyidik..kalau data dari penyidik, dapat dari mana datanya tersebut, secara umum atau khusus yang dibahas PT kratindo dan PT Ian Fleming batam datanya dari mana , hitung nya dari mana 200 milyar , angka y tdk bisa di pertanggung jawabkan dari mana angka 200 milyar , itu hanya asumsi saja ,akibat turunnya impor tekstil dari tahun 2016.- 2017 menurun nya pendapatan impor tekstil Indonesia .menurut keterangan saksi dari Ketua Umum APi pendapatan ekspor tekstil Indonesia adalah 120 Trilyun , saat ditanya kasus bea cukai dari 27 kontainer kerugian nya berapa? hanya 15 miliar rupiah, dari total pendapatan negara sebesar 120 trilyun , kerugian negara hanya 0,1 persen saja ,sangat kecil sekali kerugian negara 0,1 persen , demikian kata Rikanz Fauzi, SH kepada wartawan Poskota-Nasional.Com saat ditemui senen sore seusai sidang ke 11

Menurut Rikantz Fauzi.SH mengatakan impor

t

bidang tekstil khusus serat disisi lain perhitungan yang tidak jelas gitu loh anda seorang saksi Ahli dari APi bernama rekma,  anda punya kapasitas auditor dari mana? , saksi ini katanya sebagai auditor , dari mana? yang punya kewenangan yang sah menghitung angka angka adalah BPK dan BPKP sesuai dengan Undang -Undang, selain itu tidak ada lagi diIndonesia, bagaimana menghitung kerugian negara dan ,keuntungan yang didapatkan berapa?, untuk menghitung 331 000 ton untuk skala nasional yg kita perkara kerugian negara dari mana? berapa ? Ini masalah 27 kontainer dari batam bagaimana ini nyambung , engga nya , rusak negara ini kalau masalah ini tidak nyambung,nanti kita ditegaskan lagi nanti dalam agenda acara sidang Pledoi mendampingi terdakwa dede adrian tambah Rikanz Fauzi SH mendampingi doni martin SH . Menurut Doni Martin SH mengatakan Harapannya semoga dalam persidangan ini sudah makin terungkap karena para terdakwa ini, sudah menjalankan sesuai dengan prosedur (SOP)tapi terkait masalah ini masalah ada di pengawasan dari kemendag RI sangat lemah karena kerterbatasan SDM (sumber daya.manusia ) saja . Agenda persidangan selanjutnya pada (15/02/2021) adalah mendengarkan keterangan Saksi Ahli Pidana dari Universitas dan yang kedua dari Kantor menko perekonomian Republik Indonesia kemudian saksi dari Penasehat Hukum akan kita keluarkan setelah saksi ahli dari JPU habis, Tambah yuliana SH.MKn kepada poskota-Nasional.Com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *